Dermaga Lima Sekoci

Dermaga Lima Sekoci ePUB ✓ Dermaga Lima  PDF or
  • Paperback
  • 130 pages
  • Dermaga Lima Sekoci
  • A.A. Navis
  • Indonesian
  • 14 February 2019
  • 9799583039

About the Author: A.A. Navis

Ali Akbar Navis was a journalist and potential writer He was a full time writer for Sripo and writes so Dermaga Lima PDF or many storiesHis famous books was Robohnya Surau Kami which became a monumental work for Indonesian literature His last work is Simarandang a social culture journal which been published on April AA Navis passed away at age .


Dermaga Lima Sekoci➯ Dermaga Lima Sekoci Read ➸ Author A.A. Navis – Johndore.co.uk Sebelum menulis prosaaku menulis puisilima puluh tahun laluAku berhenti karena mengira puisi tidak cukup katapuisi gelap kental bermaknaKemudian ada puisi menurut sesukanya penyairseperti bernuansa ma Sebelum menulis prosaaku menulis puisilima puluh tahun laluAku berhenti karena mengira puisi tidak cukup katapuisi gelap kental bermaknaKemudian ada puisi Dermaga Lima PDF or menurut sesukanya penyairseperti bernuansa magispuisi campuran bahasa gado gadoPuisi main main sikat gigipuisi makian bangsatpuisi pamflet politikpuisi bersuling dalingpuisi ratib tojakpuisi bercerpenMaka aku menulis lagi karenatak seorang pun akan merugipaling paling orang menyumpah Nabis ini sudah latah.

You may also like...

10 thoughts on “Dermaga Lima Sekoci

  1. Nike Andaru says:

    Nama A.A Navis pastinya udah denger dari zaman SD dulu, yang paling terkenal ya Robohnya Surau Kami Tapi waktu liat buku ini di rak buku Perpustakaan, dan ini kumpulan puisi bukan novel atau kumpulan cerita pendek.Ada lima bab yang disebut sekoci, makanya judulnya Dermaga Lima Sekoci.Isinya macem macem, dari mulai tentang cinta hingga tentang bangsa dan negara.Ah, kata katanya juga sungguh baik dan mudah untuk dicernaJangan HarapSemanis mulut bicarakalau bukti tiadajangan harap orang akan p Nama A.A Navis pastinya udah denger dari zaman SD dulu, yang paling terkenal ya Robohnya Surau Kami Tapi waktu liat buku ini di rak buku Perpustakaan, dan ini kumpulan puisi bukan novel atau kumpulan cerita pendek.Ada lima bab yang disebut sekoci, makanya judulnya Dermaga Lima Sekoci.Isinya macem macem, dari mulai tentang cinta hingga tentang bangsa dan negara.Ah, kata katanya juga sungguh baik dan mudah untuk dicernaJangan HarapSemanis mulut bicarakalau bukti tiadajangan harap orang akan percayasebaik baik budikalau suka melanggar janjijangan harap orang akan sudiseelok elok lakukalau selalu suka menipujangan harap orang akan semausebagus bagus rupakalau suka berbuat hinajangan harap orang akan suka

  2. Aprijanti says:

    A.A.Navis dikenal awam sebagai penulis cerpen Robohnya Surau Kami yang fenomenal itu sehingga pada setiap perpustakaan sekolah diwajibkan mengoleksinya Tetapi tidak banyak yang tahu A.A.Navis juga seorang penyair, walau hanya satu buku kumpulan puisi ini yang dilahirkannya dari penerbit lokal.Terbagi menjadi 5 bab, sekoci satu sampai sekoci lima, setiap sekoci menandakan waktu dan arti yang berbeda Sekoci satu sampai sekoci tiga terasa seperti puisi soal kegalauan diri masa muda Perihal cin A.A.Navis dikenal awam sebagai penulis cerpen Robohnya Surau Kami yang fenomenal itu sehingga pada setiap perpustakaan sekolah diwajibkan mengoleksinya Tetapi tidak banyak yang tahu A.A.Navis juga seorang penyair, walau hanya satu buku kumpulan puisi ini yang dilahirkannya dari penerbit lokal.Terbagi menjadi 5 bab, sekoci satu sampai sekoci lima, setiap sekoci menandakan waktu dan arti yang berbeda Sekoci satu sampai sekoci tiga terasa seperti puisi soal kegalauan diri masa muda Perihal cinta dan hidup yang sulit diarti kecuali oleh penyairnya sendiri Ditulis A.A.Navis Sebelum menulis Prosa, aku menulis puisi, lima puluh tahun lalu Aku berhenti karena mengira puisi tidak cukup kata, puisi gelap kental bermakna Sedang pada bab sekoci empat dan sekoci lima, A.A.Navis banyak menulis soal agama, sindiran politik dan sosialKETEMU GUS DUR Baru saja aku dipindahkan dari brankar ke ranjang diruang gawat darurat RS Harapan Kita JakartaPresiden tiba sambil mengacungkan salamYang tak aku lepas sampai berpisah.Sambil bersalaman kataku padanya Gus Dur,bangsa kita hanya kenal presidenseperti maharajaseperti kaisarseperti diktator dengan atribut di bahu dan dadabiar kelihatan angker dan perkasa Gus Dur,bangsa kita ini, birokrat dan aparat terutamapada kagok ketika tiba tibaada kiayi jadi presidenbegitu sulit mereka mentransformasi pikiranatau sama sekali tidak maukarena sudah beku Gus Dur,bahwa bangsa ini yang mayoritas muslimlupa pada perjalanan sejarah dan agama kitabahwa ada khalifah seperti Harun al Rasyidsecara inconigto menemui fakir miskinuntuk mengobat luka larabahwa ada khalifah seperti Umar bin Abdul Azizyang memadamkan lilin milik negara di ruang rapat kerja demi ada keluarga datang mengurus data pribadi Setelah presiden dan rombongan berlalutinggalah aku sendiridengan segala peragat medik pada tubuhdan aku berkata dalam hati Gus Dur,bila ada tanggapan miring bahkan menolakmudari aparat dan birokrat maafkan saja, karenawataknya memang cecunguk bergaji kecilnamun berezki segunung ledangyang selalu bersumpah jabatan Demi Allahuntuk diingkari lagi